Mulakan Dengan Bismillah

Wednesday, June 2, 2010

PETIR DAN KILAT

Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, begitupun dengan petir. Petir merupakan peristiwa alam yang menakjubkan. Allah pun secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam surat ar Ra’du yang artinya sesungguhnya adalah “guruh”, Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan tanda tanda kekuasaanya melalui petir. Petir mempunyai kekuatan yang luar biasa yang dapat di manfaatkan oleh manusia selain itu petir juga sangat bermanfaat untuk tumbuhan. Molekul molekul Nitrogen yang dihasilkan akan menyuburkan tanah.
Energi yang dilepaskan satu sambar petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit listrik di Amerika sekali pun, Suhu pada jalur dimana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 0C, berarti petir tu bisa dengan mudah membakar dan menghancurkan. Suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari.
Sebelum bunyi petir ada cahaya. Cahaya itu namanya kilatan cahaya, turun ke bumi dengan kecepatan 96.000 Km/jam. Kecepatan cahaya lebih besar dibandingkan kecepatan bunyi, makanya kamu akan lebih dulu melihat cahaya (kilat) dibandingkan dengan suara nya. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt, Subhanallah, dalam Al quran Allah berfirman “…Kilauan kilat awan tu hampir-hampir menghilangkan penglihatan “ QS An Nur: 23
            Di lapisan atmosfera bertebaran gumpalan-gumpalan awan yang diantaranya ada awan yang bermuatan listrik. Awan bermuatan listrik terbentuk jika udara lembab, gerakan angin keatas dan terdapat inti higroskopis yang tebentuk akibat proses kondensasi. Muatan awan bawah yang negative akan menginduksikan permukaan tanah menjadi positif maka terbentuklah medan listrik antara awan dan tanah. Semakin besar muatan yang terdapat diawan semakin besar pula medan listrik yang terjadi maka akan terjadi pelepasan muatan listrik sesuai hukum kelistrikan,

Thursday, May 20, 2010

Doa Elak diCabul Atau diRogol

Terdapat beberapa pertanyaan tentang doa yang khusus bagi kaum wanita samada dewasa dan kanak-kanak untuk mengelakkan mereka dari terperangkap dalam situasi yang boleh membawa kepada rogol, pencabulan dan lebih dahsyat lagi deraan seks yang diakhiri dengan pembunuhan.

Maka di sini, selain doa dari hadis sohih pelindung setiap kali keluar rumah . Iaitu :-


رَسُولَ اللَّهِ يقول من قال بِسْمِ اللَّهِ الذي لَا يَضُرُّ مع اسْمِهِ شَيْءٌ في الأرض ولا في السَّمَاءِ وهو السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لم تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حتى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حين يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ لم تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حتى يُمْسِيَ

DALAM sebutan rumi : BISMILLAH ALLAZI LA YADURRU MA’ASMIHI SYAIUN FIL ARDI WA LA FIS SAMAIE , WAHUWAS SAMI’UL ‘ALIM

Ertinya : Rasulullah s.a.w didengari berkata sesiapa yang berdoa : “Dengan nama Allah yang tiada dimudaratkan sesuatu apapun dengan namaNya samada di bumi dan di langit, dan Dialah maha mendengar dan maha mengetahui” sebanyak 3 kali, maka ia tidak ditimpa kesusahan bala dan musibah sehinggalah subuh esoknya, dan barangsiapa membacanya ketika subuh 3 kali, ia tidak ditimpa kesusahan bala dan musibah sehingga petangnya” ( Riwayat Abu Daud, 4/323 ; At-Tirmidizi, 5/465 dan Ahmad ; Tirmizi : Hasan – Teks doa berwarna Merah Syeikh Syuaib ; Hasan)

Ingin saya utarakan satu lagi doa sohih yang dibaca oleh isteri Nabi Ibrahim a.s (iaitu Siti Sarah) yang menyebabkan para lelaki zalim termasuk rajanya melarikan diri, saya sertakan sekali sumber rujukannya dari hadis Nabi s.a.w.

اللّهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اني آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فرجي إِلاَّ على زوجي فَلاَ تُسَلِّطْ عَلَىَّ الْكَافِرَ

DALAM SEBUTAN RUMI : ALLAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU INNI AAMANTU BIKA, WA BIRASULIKA WA AHSONTU FARJI ILLA ‘ALA ZAWJI FALA TUSALLIT ‘ALAYYA AL-KAFIR WA AZ-ZALIM

Ertinya : Ya Allah, jika engkau mengetahui bahawa aku beriman kepada Mu dan Rasul Mu, dan aku menjaga kehormatanku hanya untuk suamiku, maka lindungilah aku daripada dikuasai oleh orang-orang kafir dan zalim” ( Riwayat Al-Bukhari, no 2104, 2/722 ; Sunan Al-Baihaqi, 5/97; Musnad ahmad, 2/403 ; Fath Al-Bari, 6/393; Umdat Al-Qari, 12/30 ; Sohih )

Semoga ia dapat dihafaz dan di amalkan oleh semua wanita Muslimah, Cuma jangan lupa bahawa doa ini bersoifat tawassul dengan amal soleh anda, iaitu apabila diikat dengan imannya dengan Allah s.w.t dan RasulNya dan telah dijaga kehormatannya dan sudah tentu auratnya.

Justeru, seolah-olah kemaqbulan doa ini juga diikat tentang kewajiban untuk beriman dengan Allah dan rasulNya dan menutup aurat anda. Tanpanya, doa ini masih amat digalakkan untuk dilakukan, cuma jaminan seolah-olah lebih pasti bagi yang apa yang dikatanya (dalam doa ini) menepati apa yang sebenarnya penampilan fizikal anda.

Justeru, jika berbaju kebaya terbelah, baju sendat menampakkan susuk tubuh, berpakaian nipis seolah telanjang, bersolek canggih seperti artis bukan Islam..sudah tentu doa ini sahaja belum cukup mampu menjaga anda. Bukan kerana Allah s.w.t tidak mampu, tetapi Allah s.w.t tidak anggap wanita itu layak dek kerana kedegilannya sendiri.


Sumber petikan dari albakriah.wordpress.com

Jenis-Jenis Anak Syaitan

Umar al-Khattab r.a berkata, terdapat 9 jenis anak syaitan:

1. Zalituun
Duduk di pasar/kedai supaya manusia hilang sifat
jimat cermat. Menggoda supaya manusia berbelanja
lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.

2. Wathiin
Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya
bersangka buruk terhadap Allah.

3. A'awan
Menghasut sultan/raja/pemerintah supaya tidak
mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/kekayaan
hingga terabai kebajikan rakyat dan tidak mahu
mendengar nasihat para ulama.

4. Haffaf
Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri
orang yang berada di tempat-tempat maksiat (cth: disko,
kelab mlm & tempat yg ada minuman keras).

5. Murrah
Merosakkan dan melalaikan ahli dan orang yg sukakan
muzik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam
dalam keseronokan dan glamour etc.

6. Masuud
Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah,
gosip, umpatan dan apa sahaja penyakit yg mula dari
kata-kata mulut.

7. Daasim (BERILAH SALAM SEBELUM MASUK KE RUMAH...)
Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam
ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku
keruntuhan rumahtangga (suami isteri bercerai-berai,
suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang
pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan
pelbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lagi).

8. Walahaan
Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia
khususnya ketika berwuduk dan solat dan menjejaskan
ibadat-ibadat kita yg lain.

9. Lakhuus
Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah
api/matahari.

sumber diambil dari : albakriah.wordpress.com

Monday, May 17, 2010

HUJAN (tulisan daripada Nurul Rochmat dr Indonesia)

Hujan


Sore itu hujan sangat lebat, anak-anak hanya berdiam diri di rumah saja begitu pun ipin dan upin.
Upin :” hey ipin,,,bila ujan ni nak berhenti?”
Ipin :“tak tau la,,,saya pun bosan,,,bosan sangat, nak main keluar,,,”
Upin :” betul..betul..betul…bosan bosan bosan…”
Ipin :“opa,,,,bila ujan ni berhentiiiiiiii duuhh…, kita orang nak main kluar”
Opa :“ipin…upin…, kalian tak boleh cakap macam tu, ujan tu rahmat dari Allah”
Ipin : “rahmat tu apa opa…?”
Opa : “rahmat tu smua kebaikan dari Allah”
Ipin : “ betul ke….”
Upin : “ betul..betul..betul…berarti banjir pun rahmat dari Allah…”
U & I : “Astagfirullah,,,,,”
Ipin : “opa,,,,hujan tu dari mane?, trus gmna bisa terjadi ujan?”
Opa : “emmmmm…, nanti opa tanya dulu sama cik Nurul Rochmat, teman opa yang ada di Indonesia hiihihih…...”

Tidaklah Allah ciptakan sesuatu itu dengan sia-sia. Hujan, angin, laut, tumbuhan dan binatang Allah ciptakan semata-mata sebagai bentuk Cinta pada makhlukNya. Kita pun akan lebih mensyukuri itu semua ketika mengkaji dan memaknai ayat-ayat Al quran.
Allah lah yang menurunkan hujan, Firman Allah dalam surat An Naba: 14, “dan kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah”.
Merupakan tanda kekuasaan Allah ta’ala, Allah menurunkan hujan pada tanah tandus, Allah berfirman dalam surat Fushilat:39, “ dan diantara tanda-tandaNya bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila air diatasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Lalu bagaimanakah proses terjadinya hujan? (ayo,,,jawabb la upiinnn), Allah menjelaskan ini dalam Al quran surat An Nur:43 yang artinya “ Tidaklah kamu lihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara bagian-baginnya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka terlihatlah olehmu hujan dari celah-celahnya dan Allah juga menurunkan butiran-butirn es dari langit, yaitu dari gumpalan gumpalan awan gunung gunung, maka ditimpakannya butiran butiran es itu kepad siap yang dikehendakiNya, dan dipalingkanNya dari siap yang di kehendakiNya. Kilauan kilat awan itu hamper-hampir menghilangkan penglihatan”. Allah telah menggambarkan terbentuknya awan dan hujan yang mengucur dari awan-awan. Fenomena ini sudah dikenal pleh seluruh umat manusia.
Akan tetapi, satu hal yang belum diketahui kebanyakan manusia adalah kelanjutan ayat tersebut yang menceritakan tentang komet komet salju (gunung gunung dari baradin). Dalam surat Al Baqoroh:22, surat Ibrahim:32 dan An Nahl:10, Allah mengatakan bahwa air dari langit bukan dari awan. Lalu mengapa pernyataan antara keduanya bertentangan?. Yang dimaksudkan ‘baradin’ dalam ayat itu adalah hujan beku atau batu es, ayat ini dengan jelas menerangkan bahwa Allah telah menurunkan gunung-gunung berisi bola bola es atau komet komet salju dari langit ke bumi.
Sampai tahun 1986 (saya belum lahir,,,) fenomena tersebut belum diketahui manusia. Dr Louis Frank, seorang ahli fisika mempelajari data yang dikumpulkan satelit Dynamic Explorer I. Satelit tersebut merekam gambar-gambar terutama lapisan udara yang mengitari bumi. Dari gambar-gambar ini Dr Louis Frank menemukan lubang-lubang menembus atmosfer, ia menyimpulkan lubang-lubang itu hanya mungkin terbuat oleh bola-bola es atau komet-komet salju yang datang dari luar angkasa. Komet-komet itu berjatuhan ke bumi kurang lebih 100 juta banyaknya tiap tahun/ 19 butir tiap menit dengan kecepatan 10 km/detik. Bola-bola es pun berpencaran menjadi butiran-butiran kecil dan menguap di atmosfer. Akhirnya uap ini akan berjatuhan sebagai hujan dan menyatu dengan system perputaran air di bumi. Dr Yeates dengan menggunakan teleskop yang dapat menangkap seisi ruang angkasa, Arizona melihat bola-bola es itu pada jarak 150.000 km di atas bumi. Prof. Ibrahim B. Sayed berkata “ Sungguh mengherankan hasil-hasil penyelidikan ini sesuai dengan ramalan-ramalan Al quran” lalu Nurul Rochmat, S.Pd pun berkata “Subhanallah ya Rabb,,,,, akan kusampaikan ini pada siswa-siswa ku”
Dalam Surat An Nur:43 Allah menjelaskan bahwa semua makhluk ciptaanNya bertasbih kepadaNya (hujan pun bertasbih, masa kita ni tidak,,,,sungguuhhh terrrlaaaluuu). Kata awal yang dipilh Allah pun sangat terasa seolah-olah kitalah audiens nya “Tidaklah Kamu Lihat?”, semakin menyadarkan kita jangan-jangan selama ini kita tidak melihat fenomena alam yang tunduk pada Allah. Karena Allah yang menjadi tema besar, karena Allah yang seperti itulah yang layak disucikan, disembah. BagiNya segala kerajaan di tujuh langit dan bumi. Raja segala kerajaan, dan segala sesuatu yang pernah atau belum di bayangkan makhluk-makhlukNya.
Sungguh hujan itu adalah kenikmatan dari Allah ta’ala. Namun ketika hujan dirasa mengganggu aktivitas manusia, timbulah kata-kata celaan, seperti ‘aduuuuuuuuhhhh hujan lagi, hujan again,,,,,, mana becek gak ada ojek, popoean teu acan garing duuhhh”, dll. Sungguh kata-kata ini tidak ada manfaatnya sama sekali, dan tentu akan masuk dalam catatan amal yang jelak, Allah berfirman “Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” QS Qaaf:18

Allahua’lam,,,,,,

Monday, May 3, 2010

TIPS IMAM SYAFIE 4 PERKARA UNTUK SIHAT


Empat perkara menguatkan badan..
1. makan daging
2. memakai haruman
3. kerap mandi
4. berpakaian dari kapas

Empat perkara melemahkan badan..
1. banyak berkelamin (bersetubuh)
2. selalu cemas
3. banyak minum air ketika makan
4. banyak makan bahan yang masam

Empat perkara menajamkan mata..
1. duduk mengadap kiblat
2. bercelak sebelum tidur
3. memandang yang hijau
4. berpakaian bersih

Empat perkara merosakkan mata..
1. memandang najis
2. melihat orang dibunuh
3. melihat kemaluan
4. membelakangi kiblat

Empat perkara menajamkan fikiran..
1. tidak banyak berbual kosong
2. rajin bersugi (gosok gigi)
3. bercakap dengan orang soleh
4. bergaul dengan para ulama

Wednesday, April 21, 2010

HAJI ISMAIL PONTIANAK (1882 – 1950)

Haji Ismail Pontianak (1882-1950)Tokoh ulama’ perantau. ‘Khatib Masjib Muhammadi dekad 1940-an yang paling popular. Lahir sezaman dengan Mufti Haji Idris , Dato’ Perdana Haji Nik Mahmud, Tok Seridik dan Syeikh Osman Jalaluddin al-Kalantani. Nama penuhnya ialah Haji Ismail bin Abdul Majid, tetapi lebih dikenali dengan panggilan Haji Ismail Pontianak kerana lamanya beliau berkelana dan bermastautin di Pontianak (Kalimantan Barat), bahkan pernah dilantik menjadi Mufti Kerajaan Pontianak – berkhidmat selama suku abad (1910 – 1935).
Meskipun demikian, Haji Ismail akhirnya kembali menetap di Kelantan. Kerjaya awal tokoh lepasan Makkah ini dalam perkhidmatan Majlis Agama Islam Kelantan (MAIK) bermula pada 1 Januari 1940 apabila beliau dilantik menjadi guru kitab di Jami’ Merbau al-Ismaili dengan gaji permulaan $47.50 sebulan. Selanjutnya, beliau dipilih menganggotai Jemaah Ulama’ MAIK (10 April 1940 hingga 8 Februari 1947). Selain daripada itu, dilantik sebagai Penterjemah Arab (semenjak 1 Julai 1941).
Zaman gemilang perkhidmatannya bermula pada 1 Mei 1943 apabila beliau dilantik menjadi Khatib di Masjid Muhammadi, Kota Bharu. Berbeza dengan tok-tok khatib sebelumnya yang masih terikat dengan nota atau teks Arab sepenuhnya, Haji Ismail memperkenalkan khutbah tanpa teks di tangan. Kepetahan beliau menyampaikan khutbahnya secara spontan, dalam bahasa ibunda pula, terbukti sangat berkesan. Walaupun khutbahnya agak panjang, tetapi ahli jemaah tidak bosan. Ini kerana beliau bijak menyusun kata, pandai menyelit ungkapan bahasa “segar”, bersesuaian dengan suasana yang mampu membuat sidang hadirin tidak jemu atau mengantuk. Beliau bukan sahaja popular di kalangan ahli jemaah dan anak-anak muridnya, malah sangat disenangi oleh Sultan Ibrahim sehinggalah dilantik menjadi guru agama merangkap Imam di Istana baginda.
Khatib panutan ini meninggal di rumahnya, Jalan Pengkalan Chepa, Kota Bharu pada tengah malam Isnin 18 Muharram 1370 bersamaan 19 Oktober 1950 dan dikebumikan di Kg. Labok, Machang – kampung asalnya.
Satu-satunya pusaka penulisan beliau yang diketahui sempat dicetak edar ialah Kitab Pedoman Kemuliaan Manusia (cetakan pertama 1938), setebal 320 muka iaitu sebuah karya “bunga rampai”.






Friday, April 16, 2010

HAJI ABDUL MALEK SUNGAI PINANG (1834 – 1934)














Tokoh guru pondok akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang seangkatan dengan Tok Mesir, Tok Ayah Kerasak, Haji Nik Mat Dagu dan Haji Ismail Pengkalan Paung. Rakan akrab Haji Abdul Latif Jalaluddin (Bilal Masjid Kayu Kota Bharu).


Nama penuhnya ialah Haji Abdul Malek bin Hasan. Lahir di Kg. Sungai Pinang, Tumpat sekitar 1834 dari kalangan keluarga yang sangat miskin. Menuntut ilmu di Patani dan kota suci Makkah selama 14 tahun. Beliau masyhur alim Quran dan kitab Jawi.

Selain mengajar al-Quran dan kitab Jawi beliau banyak terlibat dalam usaha membanteras amalan khurafat dan syirik, termasuk memuja kubur serta amalan ilmu sihir.

Di peringkat negeri pula, beliau turut tersenarai dalam panel ulama yang dijadikan pakar rujuk oleh Sultan Mansor Ibn Sultan Ahmad (dekad 1890-an) dalam menguatkuasakan undang-undang Islam seperti hukuman hudud kepada pencuri dan pembunuh (diarak keliling pekan), hukuman ta’zir kepada orang yang tidak berpuasa dan tidak menutup aurat (dilumur belaking).

Kebanyakan murid-muris Tuan Guru Haji Abdul Malek diberkati Allah dengan ilmu mereka serta berjaya melahirkan barisan pendidik pelapis pada zaman masing-masing. Antara murid-murid kenamaannya : Tok Jerulong @ Haji Mohd. Said Muhammad, Haji Samat Hasan Padang Chenok, Haji Che Mat Taib Pasir Pekan Hilir, Haji Ismail Musa Temangan, Haji Wan Abdullah Kg. Chap/Sungai Pinang, Wak Haji Khatib Ahmad Bemban/Binjai, Tok Kedah @ Haji Idris Penggawa Kangkong, Haji Mahmud Ali (Imam Kangkong), Haji Daud Saamah (bapa kepada Tuan Guru Haji Saad Kangkong), Haji Mohd. Akib Ismail Kg. Kelar, Tuan Guru Haji Ali Pulau Pisang. Tuan Guru Haji Abdullah Senik (pengasas Pondok Padang di Pasir Mas), Tuan Guru Haji Wan Ahmad Abdul Halim (pengasas Pondok Padang Jelapang), Tuan Guru Haji Abdul Rahman Osman (pengasas Pondok Selehong), Tuan Guru Haji Yusoff Abdul Rahman (pengasas Pondok Pulau Ubi), Haji Ibrahim Tok Raja (Mufti Kerajaan Kelantan) dan Haji Seman Sering (kemudian lebih terkenal dengan nama Syeikh Osman Jalaluddin al-Kalantani).

Datuk kepada Dato’ Dr. Nik Safiah Karim (Profesor Adjung di Universiti Malaya) ini kembali ke rahmatullah di Sungai Pinang pada malam Rabu 11/12 Ramadhan 1353 bersamaan 18 Disember 1934.